Address:No.1, Taman Industri Nianchang, Desa Changxiao, Kota Yuanhua, Haining, Jiaxing, Zhejiang, Cina
TEL:+8618258300528
Di bidang industri tekstil yang luas, lapisan interlining bukan tenunan spunbond telah menjadi bagian tak terpisahkan karena sifatnya yang unik dan area penerapannya yang luas. Namun, tidak mudah untuk menghasilkan interlining bukan tenunan spunbond yang berkualitas tinggi dan stabil. Ini adalah proses yang kompleks dan teliti yang melibatkan kontrol yang tepat dan optimalisasi teknis dari banyak tautan.
Ekstrusi dan peregangan, sebagai tahap awal produksi interlining bukan tenunan spunbond, memainkan peran yang menentukan dalam kualitas keseluruhan produk. Selama proses ekstrusi, bahan polimer dilebur dan diekstrusi pada suhu tinggi. Untuk mendapatkan filamen kontinu yang ideal, suhu, kecepatan dan tekanan ekstrusi perlu dikontrol secara ketat. Suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan degradasi polimer, sedangkan suhu yang terlalu rendah akan mempengaruhi fluiditas dan keseragaman ekstrudat. Demikian pula, kecepatan ekstrusi yang tidak stabil akan menyebabkan ketebalan filamen tidak merata, sehingga mempengaruhi pemrosesan selanjutnya dan kualitas produk. Kontrol tekanan terkait dengan keadaan aliran lelehan dan efisiensi ekstrusi.
Proses peregangan selanjutnya merupakan langkah kunci dalam memberikan kekuatan dan elastisitas filamen. Pemilihan rasio regangan sangat penting dan perlu ditentukan berdasarkan jenis polimer dan sifat fisik yang diperlukan. Rasio regangan yang tepat dapat mengarahkan rantai molekul filamen ke arah regangan, sehingga meningkatkan kekuatan dan modulus elastisitasnya. Namun, peregangan yang berlebihan dapat menyebabkan filamen putus, sedangkan peregangan yang tidak mencukupi tidak dapat mencapai efek yang diinginkan.
Peletakan jaringan serat merupakan dasar untuk mengubah filamen menjadi kain bukan tenunan. Langkah ini mengharuskan filamen dipasang ke dalam jaring secara merata dan tanpa cacat. Ketebalan, kepadatan dan keseragaman jaringan serat secara langsung menentukan sifat fisik dan kualitas penampilan produk akhir. Selama proses peletakan, cacat seperti kusut dan patah harus dihindari, yang tidak hanya akan mempengaruhi estetika produk, tetapi juga mengurangi masa pakai dan kinerjanya.
Pengikatan dan penguatan adalah mata rantai utama dalam mengubah jaringan serat menjadi kain bukan tenunan yang stabil. Ikatan termal, ikatan kimia, dan penguatan mekanis adalah metode yang umum digunakan. Ikatan termal melelehkan serat-serat dalam jaringan serat dan mengikatnya satu sama lain melalui pemanasan. Metode ini sederhana dan efisien, namun memerlukan kontrol ketat terhadap suhu, waktu dan tekanan ikatan untuk menghindari degradasi serat atau ikatan yang tidak mencukupi akibat panas berlebih. Ikatan kimia menggunakan perekat kimia untuk mengikat serat menjadi satu. Metode ini dapat memberikan pilihan ikatan yang lebih luas, namun jumlah dan distribusi perekat perlu dikontrol agar tidak mempengaruhi rasa dan kemampuan bernapas pada kain. Penguatan mekanis adalah dengan menjerat dan menggabungkan serat dengan erat melalui metode penusukan jarum, spunlace, dan metode lainnya. Metode ini cocok untuk produksi kain bukan tenunan yang lebih tebal.
Tahap pasca-pemrosesan merupakan langkah kunci untuk kecantikan akhir dan peningkatan kinerja produk jadi. Kalender dapat membuat permukaan kain bukan tenunan menjadi lebih halus dan berkilau; pengeritingan dapat meningkatkan kelembutan dan kesan tiga dimensi produk; pemotongan adalah memotong kain bukan tenunan menjadi ukuran dan bentuk yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Langkah-langkah pasca-pemrosesan ini tidak hanya meningkatkan kualitas tampilan produk, namun juga meningkatkan kinerjanya, seperti ketahanan aus dan ketahanan sobek.
Mengontrol kualitas interlining bukan tenunan spunbond adalah proses yang rumit dan teliti. Mulai dari ekstrusi dan peregangan, peletakan jaringan serat hingga pengikatan dan penguatan, serta pasca-pemrosesan, setiap tautan memerlukan kontrol teknis yang tepat serta optimalisasi dan inovasi yang berkelanjutan. Hanya dengan cara ini interlining non-anyaman spunbond berkualitas tinggi dan berkinerja stabil dapat diproduksi untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.